Halaman

  • Home
  • Beranda
youtube facebook twitter instagram pinterest

Oryana Prod ®

Gudang Ana Ory

Assalamualaikum
wr...wb...

  Kabar gembira untuk anda dan keluarga yang ingin bepergian/liburan khususnya di wilayah pulau ambon dan pulau seram tapi tidak memiliki kendaraan pribadi atau bingung mau jalan-jalan kemana ? 

Tenang !!! kami punya solusinya ...

TAXI GILBIS

  
 
Melayani : 
- perjalanan wisata Ambon/Seram
- antar jemput Bandara/Pelabuhan
- carteran
- keliling kota
- balajar mengemudi

Fasilitas :
- smooking / no smookin
- full AC
- full music
- rest area
- driver ramah

Mengapa harus GILBIS ?
- order suka suka
- mahar murah murah
- praktis
- free tour guide
- no ugal ugalan

Tunggu apa lagi ? order sekarang !!!










Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Sabtu, 29 Juni 2019
        Di Indonesia, malam minggu sering diartikan sebagai malamnya para pasangan, hal ini menjadikan momok bagi para jomblo karena datangnya malam minggu adalah waktu yang dirasa tepat untuk membully para jomblo.

         Terlepas dari hal itu, malam minggu yang merupakan penghujung pekan adlah malam spesialnya orang Indonesia. Tidak hanya bagi mereka para pasangan, tetapi juga bagi keluarga.  Akhir pekan banyak dijadikan waktu untuk quality time dengan teman, sahabat ataupun keluarga. Melepas penat dengan menghabiskan waktu dengan orang-orang terkasih pada akhir pekan dapat memberi suntikan tenaga untuk kembali beraktivitas saat hari sibuk.   Alun-alun kota adalah salah satu tempat yang paling banyak diminati. Tidak jauh berbeda dengan yang lain, alun-alun kota Jember juga menjadi meeting point atau titik kumpul paling ramai saat akhir pekan. Berbagai macam kegiatan bisa dilakukan disana. Tidak heran jika banyak masyarakat yang mencium peluang untuk mencari rejeki di alun-alun. Mulai dari pedagang makanan ringan, tukang kopi keliling, penyewaan becak cinta, sampai maskotnya yakni badut alun-alun.





          Berbicara tentang badut alun-alun, kami mencoba mengulik sedikit kisah dibalik kostum besar nan menggemaskan ini. Bapak Dodik Tri Sulistiawan, 51 tahun adalah salah satu sosok dibalik kostum badut yang lucu itu. Bermula pada tahun 2014, bapak Dodik tertarik oleh ajakan tetangganya yang terinspirasi dari Museum Fatahillah Jakarta, disana ada beberapa usaha masyarakat yang mendapatkan penghasilan dari menjadi badut, usaha tersebut akhirnya diadopsi oleh tetangga bapak Dodik dan merekrutnya untuk menjadi pegawai. Namun, beberapa waktu kemudian kostum tersebut dijual oleh pemiliknya ke luar kota. Harga kostum badut per karakternya terbilang cukup mahal, berkisar antara Rp. 1.500.000-Rp.2.000.000 – an. Hal ini terpaksa membuat bapak Dodik berhenti karena tidak sanggup membeli kostum sendiri. Beruntung pada akhir tahun 2017 teman alumni SMP nya memberikan hadiah berupa kostum badut karakter doraemon, karena mereka tau bahwa menjadi badut adalah sumber penghasilan temannya, tetapi pada akhir tahun terkendala musim penghujan dan pada akhirnya bapak Dodik launching usaha badut dengan kostum miliknya sendiri pada awal tahun 2018.
           Walaupun terlihat selalu bahagia dan menyenangkan dalam balutan kostum besar itu, tetapi ada juga beberapa kendala yang tidak terelakkan, salah satunya adalah hujan yang sering turun tiba-tiba dan tidak terprediksi di kota Jember. Penghasilan yang tidak menentu sudah menjadi hal biasa bagi beliau. Pada hari biasa bapak Dodik dapat memperoleh antara 40-60 ribu perharinya, sedangkan saat hari besar dan akhir pekan ia bisa mendapatkan 70-100 ribu perharinya. Memang cukup menguntungkan, tetapi ini semua tidak luput dari kendala yang lain. Pada awal usahanya dahulu tak jarang bapak Dodik pulang dengan pendapatan 2-5 ribu rupiah bahkan beberapa kali dengan tangan kosong. Sering juga ia mendapat perlakuan pengunjung yang sedikit membuat geram, terkadang para pengunjung mencuri-curi foto tanpa meminta ijin ataupun memberi upah kepadanya, keusilan pengunjung anak-anak di alun-alun yang mungkin terlalu gemas dengan cara mendorong, menarik, dan memukul mukul badut yang sebenarnya dapat membahayakan baik anak-anak tersebut ataupun bapak dodik karena bisa saja ia terjatuh. Bahkan beberpa kali sering dianggap pekerjaan remeh sampai dijahili kumpulan bocah SMP. Maka dari itu tidak jarang bapak Dodik bersikap tegas untuk mengingatkan pengunjung yang usil, terkadang ia pun membawa serta anak, menantu dan cucunya untuk menemani dan mengawasinya.
          Walaupun ada banyak kendala yang dihadapi, tetapi bapak Dodik tetap bersyukur karena dengan menjadi badut alun-alun ia tidak hanya mendapatkan sumber penghasilan yang halal, tetapi juga sumber kebahagiaan bagi orang lain.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

     Alun-alun Jember merupakan salah satu pusat kegiatan masyarakat Jember. Terlebih setiap hari Minggu, masyarakat tumpah ruah di alun- alun dan jalanan sekitar alun-alun untuk kegiatan car free day. Terlihat jelas bahwa tempat ini di dominasi oleh orang-orang yang berolahraga, dari senam lansia, senam aerobik, club sepak bola, taekwondo, dan juga basket.

    Seperti yang kita tau bahwa basket merupakan salah satu jenis olahraga yang sangat aktif, membutuhkan ketahanan fisik prima karena bermain basket melibatkan semua anggota tubuh, dari gerakan kaki, gerakan tangan, melompat, dan berlari. Selain itu bermain basket sangat asik ditonton karena teknik yang unik dan cukup rumit, maka tak heran jika permainan basket sangat populer, utamanya di kalangan muda. 
   
   Banyak hal positif yang dapat dipelajari dari permainan basket, melatih kebugaran,  kerjasama tim, melatih otot, menghilangkan stres, dan meyalurkan hobby.


    Hal ini juga yang membuat Miftah Farij A. (20 tahun) tergila gila pada dunia basket, menurutnya dari basket ia tau pentingnya menjaga kesehatan, pentingnya koordinasi tim, mendapat banyak teman baru dan pastinya dapat menyalurkan hobby nya. Miftah menekuni basket dari bangku smp, awal mula kecintaannya terhadap basket tumbuh saat ia bergabung dalam ekstrakulikuler di smp nya, disekolahnya anggota grup basket dipandang sangat keren dan bertalenta. Kecintaannya terhadap basket tidak berhenti di bangku SMP saja, ia juga menjadi anggota club basket di SMA nya. Karir Miftah dimulai saat ia mengikuti lomba antar sekolah, bahkan tim nya juga pernah menjadi juara 2 dalam turnamen yang diadakan salah satu Universitas negri di Jember.
   
   Saat ini Miftah menjadi salah satu anggota club GAJEBO yakni salah satu club basket terkenal di Jember, dalam club ini Miftah latihan hampir setiap hari bahkan dalam sepekan ia bisa berlatih 5-6 hari, latihan rutin mereka adakan dari pukul 15.00-17.00 di alun-alun, sedangkan untuk hari Minggu dimulai sejak pagi sampai selesai. Latihan yang ketat menjadikan Miftah salah satu atlet yang dipercaya untuk mewakili Jember dalam perlombaan basket tingkat provinsi yang rencananya akan dilaksanakan pada 27 April mendatang.
   
    Dalam wawancara, Miftah juga membagikan kiat-kiat agar fisiknya selalu dalam keadaan prima. Salah satunya adalah menjaga pola makan, Miftah mengurangi konsumsi minyak, mengurangi minuman soda dan manis, menghindari rokok dan memperbanyak konsumsi serat seperti sayur dan buah. Selain itu tidur cukup dan memperbanyak konsumsi air putih juga ia lakukan untuk menjaga metabolisme tubuhnya.

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

Hanya manusia biasa pecinta kopi penikmat aurora.

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Categories

  • Bisnis (2)
  • i'mbone (4)

recent posts

Instagram

@aiim_tuanaya

Facebook

I'm Ory

me on twitter

Tweets by aiimtuanaya

Support

Blog Archive

  • Januari 2021 (1)
  • Maret 2020 (1)
  • Juli 2019 (1)
  • April 2019 (1)
  • Maret 2019 (1)
  • Februari 2019 (1)

Hubungi saya di Whatsapp

RELAX



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates